Tampilkan postingan dengan label Padam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

Kenapa Listrik Padam? Harusnya Lapor Kemana?


RIBUAN kilometer sirkuit kabel jaringan, ribuan batang tiang listrik, ribuan unit trafo & gardu, jutaan unit KWH meter, saling terhubung dari pusat pembangkit listrik hingga ke rumah kita. Tapi sadarkan kita, bahwa dari jutaan dan ribuan asset tersebut hanya ada ratusan saja petugas yang mengoperasikan dan menjaga lancarnya pasokan listrik ke rumah kita?

Ya, memang tidak banyak yang tahu. Untuk 1 kabupaten atau kota yang radiusnya sangat luas, ternyata hanya ada 2-3 regu pelayanan teknik saja, padahal gangguan terhadap asset kelistrikan itu sangat banyak.  Terutama ganguan jaringan listrik dari ranting pohon dan hewan liar.

Dilema Padam Listrik
Bagi masyarakat, padamnya listrik sama artinya dengan kehilangan kenyamanan. Tidak bisa nonton TV, charge HP, dll. Meski demikian mereka tidak perlu bayar listrik karena KWH meter tidak berputar (atau saldo strom prabayarnya tidak berkurang). Tetapi bagi bagi insan PLN, setidaknya ada 3 kerugian: 1. Sama-sama tidak bisa menikmati listrik, tidak bisa nyalakan rice cooker, pompa air, dll. 2. Tidak ada pemasukan bagi perusahaan karena energi listrik yang sudah dengan susah payah dibangkitkan tidak sampai terjual ke masyarakat. 3. Yang paling berat adalah caci maki dari masyarakat yang khilaf, hilang kesabaran. Ibaratnya dibayar 1 juta pun tidak ada yang sudi kalau dicaci maki.
Jangankan di negara berkembang, di negara maju pun hal tersebut masih saja terjadi (Metro TV, 26 Juli 2006 – Pemadaman Bergilir terjadi di negara bagian Amerika Serikat akibat penggunaan listrik oleh masyarakat melebihi daya mampu pembangkit 50.000 MW).
Bayangkan, negara bagian Amerika dengan daya mampu 50.000MW saja masih blackout, bagaimana dengan sistem kelistrikan kita (Sulselbar) yang daya mampunya hanya 800-an MW?
Dari pada berburuk sangka dan nama-nama hewan dikeluarkan dari kosa kata kita, lebih baik memahami kenapa hal itu terjadi, syukur-syukur bisa ikut mendoakan ^_^
Yuk kita dalami lebih jauh tentang padam listrik.

Padam Terencana dan Tidak Terencana
Terjadinya padam listrik dapat dibedakan menjadi 2 berdasarkan penyebabnya. Yaitu padam terencana dan padam tidak Terencana.
Padam terencana adalah padam listrik yang disebabkan oleh kegiatan yang sifatnya terencana, biasanya dimaksudkan untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik ke depannya. Contohnya karena pemeliharaan jaringan, atau pemeliharaan trafo, dll. Sama seperti motor atau mobil yang di pelihara berkala, demikian juga dengan mesin pembangkit yang menyala terus 24jam setiap hari. Untuk hal seperti ini, maka pihak penedia listrik (PLN) bisa mengendalikannya dan menginformasikan terlebih dahulu sehingga masyarakat pelanggan bisa mengantisipasi dampaknya. Sedangkan padam tidak terencana adalah terjadinya padam listrik yang disebabkan gangguan atau musibah yang memang tidak terencana sebelumnya,  sehingga pihak penyedia listrik tidak dapat mengantisipasi dengan memberikan informasi terlebih dahulu.

Penyebab Terjadinya Padam Listrik
Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan listrik diantaranya adalah :
Ø  Masalah Pembangkitan
PLTA kering, banyaknya sedimentasi dan rusaknya DAS hulu sungai sebagai air baku PLTA, pemeliharaan mesin-mesin, BBM sulit dan mahal, Energi Primer lain terbatas, dll.
Ø  Masalah Transmisi & Distribusi
Kabel putus, dicuri, hujan, petir, longsor, tiang tumbang, tersentuh ranting pohon, layangan, hewan (kelelawar, kuskus), tiang listrik tertabrak mobil, kabel jaringan tertarik truk tronton, dll
Ø  Masalah Penggunaan
Konsumsi listrik masyarakat melebihi daya mampu pembangkit,  terjadinya penggunaan listrik secara ilegal/pencurian, dll.

Lapor ke mana?
Meski demikian, pihak PLN sebagai penyedia listrik menyiapkan tim reaksi cepat di berbagai daerah. Mulai dari tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) sehingga pemeliharaan di beberapa titik bisa tetap menyala (tidak perlu padam), hingga URC (Unit Reaksi Cepat) 453 = maksimal 45 menit petugas tiba di lokasi dan maksimal 3 jam masalah dapat diselesaikan.

Yang terpenting bila terjadi gangguan listrik adalah segera infokan ke Contact Center PLN  melalui telepon 123 (lokal), bahkan sudah ada juga yang bisa online melalui website www.pln.co.id, email pln123@pln.co.id, facebok PLN 123, bahkan Twitter @PLN _123. OK kan !

T A P I ...
Jangan salah lho, yang di atas itu kalau gangguannya di porsi PLN, yaitu dari mulai pembangkit hingga ke APP (alat Pengukur/KWHmeter dan Pembatas/MCB), - kecuali lampu jalan itu hak dan kewajiban Pemda,  sedangkan setelah APP ke dalam rumah adalah hak dan tanggung jawab kita sebagai pemilik persil/bangunan kaitannya dengan lembaga INSTALATIR.
Mudahnya, kalau KWH meter/MCB atau tiang listrik ada gangguan segera lapor PLN, kalau gangguannya instalasi dalam rumah kita maka jangan lapor PLN karena itu bukan hak dan kewajibannya, silahkan menghubungi lembaga instalatir yang berkompeten (misal: AKLI, AKLINDO, PAKLINA, AKLINAS, dll), untuk Sertifikasi  Laik Operasi (SLO) bisa menghubungi lembaga sertifikasi yang terakreditasi (misal : Konsuil, PPILN, dll).

Semoga bermanfaat !

Selasa, 18 Desember 2012

Tausiyah Humas PLN : Garam Masalah dan Air Lapang

Semangat pagi semuanya,
Sering sekali saya lihat orang-orang yang "ngomel" ke PLN di Social Media, salah satunya tanggal 23 November lalu karena gangguan listrik padam mengganggu aktifitasnya.. Woooww...
Ya, di jaman yang konon modern ini, Listrik sudah menjadi kebutuhan penting. Di perkotaan hampir hilang kenyamanan hidup bila energi ini tidak hadir.
Salah seorang pengarang buku yang juga menjabat Manajer bidang SDM di salah satu unit PLN meyebutkan kalau "Listrik Setara Oksigen" dalam bukunya.
Ua, listrik memang penting. Karenanya, mari sama-sama kita jaga kehandalannya. Saat melihat ada orang menebang pohon sembarangan atau ada ranting yang sudah dekat dgn jaringan listrik, dan potensi gangguan lainnya, segera infokan ke Contact Center PLN (bisa melalui telepon 123, email pln123@pln.co.id, facebok PLN 123, Twitter @PLN _123, atau website www.pln.co.id).

Saya pernah melihat kebakaran rumah, tiang listrik ditabrak mobil, kabel listrik putus tertarik truck tronton, dll.. Semua itu menyebabkan listrik padam, pelanggan yang ada dalam 1 jalur penyulang /feeder tentunya akan ikut padam meskipun tidak mengetahui penyebab padamnya kenapa. Gangguan tak terencana itulah yang tiak jarang membuat khilaf orang awam dengan caci maki sumpah serapahnya.
Jangan khawatir, petugas PLN akan memberikan pelayanannya agar energi penting ini bisa pulih kembali. Pahamilah bahwa org PLN juga tidak ada yang mau listrik padam (sama-sama tidak bisa pakai listrik, tidak ada pendapatan karena KWH meter tidak berputar, dan yang tidak ternilai adalah caci-maki dari orang-orang yang khilaf :( )

Ketika terjadi gangguan listrik beberapa tahun lalu, pak Ustad cerita :
Ibaratnya dalam hidup ini setiap orang harus menelan segenggam garam kehidupan. Ada orang yang menelannya langsung (tentunya getir), ada yang dilarutkan dalam segelas air (masih asiiin), ada yang melarutkannya dalam air setelaga (tidak terasa asin getirnya tapi terasa segar)..
Air ibarat seberapa luas kelapangan hati dan pikiran kita.
Kalau hati dan pikiran kita luas maka masalah sebesar apapun tidak akan terasa berat, demikian pula sebaliknya.

Jadi ...enjoy aja. Dan jangan lupa turut menDOAkan supaya penyebab permasalahan yang muncul bisa segera pulih.. Allah Maha Penyayang.
Demikian tausiyah pagi ini ^_^